Jakarta - Dalam sesi review gadget kali ini, Tempo berkesempatan melakukan review DJI Osmo Pocket. Kamera 4K terkecil di dunia dengan gimbal mekanis tiga sumbu ini dirilis secar global pada November tahun lalu. Karena panjangnya yang hanya 12 senti meter dan beratnya yang hanya 116 gram--lebih ringan dari smarpthone, kamera ini cocok vlogger, YouTouber, dan siapapun para pemula yang ingin berkecimpung di dunia video.
Bisa dibilang DJI Osmo Pocket ini gimbal plus kamera di drone DJI Mavic Air karena sama-sama memiliki besaran diafragma f/2.0 dan jarak fokus (focal length) yang lebih sempit, yakni 25,77 milimeter. Bedanya, Osmo Pocket bisa digenggam.
Meski terlihat sebagai saingan GoPro Hero 7 Black, tapi DJI Osmo Pocket bisa dikatakan lebih unik. Kelebihannya ada pada gimbal tiga sumbu yang menggabungkan fitur perangkat lunak pelacakan objek dengan kamera Osmo Pocket itu sendiri. Fitur ini memungkinkan untuk membuat efek video sinematik yang tak bisa dilakukan kamera smartphone.
Di dalam kotak Osmo Pocket yang berwarna putih mungil, pihak DJI hanya menyertakan kamera, cover, smartphone adapter lightning untuk iPhone dan adapter USB-C untuk Android, serta kabel charger tanpa disertai kepala charger.
Sayangnya, tak seperti kamera aksi, DJI Osmo Pocket harus menggunakan kasing anti-air tambahan kalau ingin menggunakannya di air. Selain itu, Anda juga harus terhubung dengan smartphone kalau ingin memaksimalkan semua fiturnya. Sambungkan ponsel Android atau iOS Anda menggunakan adaptop Lightning dan USB-C, kemudian buka aplikasi terbaru DJI, Mimo, untuk bisa mengoperasikan kamera 4K termungil seharga Rp 5,999 juta ini.
Fitur Utama:
- Kamera bersensor 12 MP
- ISO 100-3200
- Kecepatan rana 8-1/8000
- Merekam video 4K (resolusi 3840×2160)
- Resolusi lain 1920×1080 pada 24/25/30/48/50/60/120fps
- Video resolusi maksimum/format: 4K/MP4/MOV - MPEG-4 AVC/H.264
- Sensor Gambar 1/2.3 CMOS
- Gimbal tiga sumbu
- Panjang 12 sentimeter, berat 116 gram
- Daya tahan baterai 2 jam saat mengambil gambar 4K di 30fps
- Aplikasi DJI Mimo
- Mode: Panorama, Timelapse, dan Motionlapse
- Slot kartu memori: MicroSDMax
- Kamera bersensor 12 MP
- ISO 100-3200
- Kecepatan rana 8-1/8000
- Merekam video 4K (resolusi 3840×2160)
- Resolusi lain 1920×1080 pada 24/25/30/48/50/60/120fps
- Video resolusi maksimum/format: 4K/MP4/MOV - MPEG-4 AVC/H.264
- Sensor Gambar 1/2.3 CMOS
- Gimbal tiga sumbu
- Panjang 12 sentimeter, berat 116 gram
- Daya tahan baterai 2 jam saat mengambil gambar 4K di 30fps
- Aplikasi DJI Mimo
- Mode: Panorama, Timelapse, dan Motionlapse
- Slot kartu memori: MicroSDMax
1. Desain
DJI Osmo Pocket termasuk kamera dengan gimbal mekanis yang berukuran sangat kecil. Terlebih, jika melihat hasil foto dan videonya. Di tangan, perangkat terbaru DJI ini pun sangat kokoh, dilengkapi tas jinjing untuk perlindungan tambahan.
Gimbal mekanis tiga sumbu yang disematkan memiliki dua fungsi. Pertama, stabilisasi. DJI Osmo Pocket bagaikan gabungan GoPro Hero 7 Black dengan kamera Google Pixel 3: stabilisasi digabungkan dengan EIS (electronic image stabilizer). Menariknya, DJI membuat gimbal, yang semula besar, menjadi sangat ringan dan bisa masuk di kantong.
Kedua, gimbal ini bisa membuat efek kamera sinematik. Motor di dalamnya bisa menggerakkan kamera dengan cara yang sangat halus. Dijamin, imajinasi liar Anda untuk membuat video dengan angle out of the box akan lahir. Namun, di atas itu semua, mengingat ukurannya yang sangat kecil, DJI Osmo Pocket akan agak canggung digunakan. Kuncinya, Anda butuh sedikit berlatih dan mengenali kelebihan serta kekurangannya.
2. Fitur dan Kontrol
3. Aksesoris
Kekurangan dari ukurannya yang kecil ialah sulit untuk dikendalikan dengan alat yang tersedia. Kameranya memang sangat kompak, tapi kontrolnya sangat terbatas. Saat ini terjadi, Anda butuh aksesoris--yang sayangnya dijual terpisah.
Setidaknya ada tiga aksesoris tambahan yang perlu Anda beli kalau ingin nyaman menggunakannya. Di antaranya, yaitu modul nirkabel, aksesoris mount, dan roda pengendali. Namun, belum ada harga resmi di Indonesia terkait Osmo Pocket Expansion Kit tersebut.
DJI juga kabarnya sedang menyiapkan aksesoris lainnya, seperti ND atau neutral density yang bisa membatasi jumlah cahaya masuk ke lensa. Nantinya ini bisa digunakan untuk memperpanjang kecepatan rana, sehingga menghilangkan blur saat mode foto. Mikrofon eksternal dengan adaptor jack 3,5mm tampaknya juga sedang disiapkan. Selain itu, tongkat ekstensi dan case anti-air.



No comments:
Write Comments